...setelah mengunjungi rumah Cut NYak Dhien, Papi membawa kami ke perkampungan Bulan Sabit Merah...
Sebetulnya nama desa aslinya adalah Lampuuk (baca: Lampu-Uk), kemudian setelah desa tersebut sempat hancur lebur oleh Tsunami, pembangunannya kembali dibantu pendanaanya dari Turki, sehingga sekarang desa Lampuuk mempunyai nama alias yaitu desa Turki...kasihan ya...
![]() |
![]() |
..di desa Lampuuk ini direhab kembali Masjid Rahmatullah... Yang unik dari masjid ini, sebagian interior di dalamnya adalah bagian masjid yang asli yang rusak, hancur oleh tsunami.. |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
..naah inilah interior yang saya ceritakan di atas...pilar-pilar patah, dan tembok retak nyaris berjatuhan...khusus area ini dibatasi dengan pagar kaca...sebagai pengingat bencana memilukan itu.... |
![]() |
![]() |
..Ulan nyobain khotbah di mimbar Masjid Rahmatullah...mumpung nggak ada penjaganya jadi nggak ada yang nangkep katanya! |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar